Home

PESAN MINGGU INI

TETAP BERSUKACITA

Roma 12:15 “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!”

Covid 19 ini menebarkan berita-berita yang kurang jelas kebenarannya dan sangat berpotensi menimbulkan ketakutan dan kepanikan. Ada juga yang mempolitisasi dengan cara-cara yang sangat tidak manusiawi. Pokoknya beritanya teramat banyak. Bukan hanya menimbulkan kepanikan tetapi juga sangat membingungkan. Yang pasti bila salah dalam menyikapinya akan sangat merugikan. Sebab itu semua umat Tuhan perlu bijak dalam menyikapinya. Sesungguhnya covid-19 ini bukanlah pertama kali menimpa manusia. Tetapi baru pertama kali terjadi menimpa hampir semua negara. Boleh disimpulkan bahwa covid-19 ini cukup berhasil menteror manusia secara menyeluruh. Artinya cukup berhasil menimbulkan kekacauan, ketakutan dan kepanikan. Tetapi rasul Paulus memberi nasehat yang sangat jelas dengan pesan bersukacitalah dengan orang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis.

Bersukacita dan menangis adalah bagian dari kehidupan manusia sepanjang sejarah. Suka duka adalah keadaan yang datang silih berganti menerpa manusia. Ada saatnya bersukacita ada saatnya menangis. Ada saatnya suka ada pula saatnya duka. Tetapi sekarang keadaan telah memaksa semua manusia sama-sama menangis dan juga sama-sama berduka.

Dalam konsep yang dikembangkan rasul Paulus kepada jemaat di Efesus menangis adalah sikap berdoa memohon belas kasihan Tuhan. Sedangkan bersukacita adalah seruan kepada jemaat Filipi dengan tujuan mengajak orang percaya tidak kehilangan daya hanya oleh karena adanya aniaya. Kemudian rasul Paulus ingin mengatakan bahwa bersukacita dan menangis adalah hal yang perlu disikapi secara benar dan tepat. Secara umum bersukacita berbicara mengenai kemudahan dan keberuntungan. Walaupun mudah dan untung bisa merusak bila disikapi secara salah. Merusak karena berpotensi membuat seseorang merasa cukup dan puas. Menangis biasanya dihubungkan dengan kesulitan dan penderitaan. Tetapi bila disikapi secara benar dan tepat bisa juga membuat seseorang semakin kuat dan bijaksana. Bila rasul Paulus memerintahkan orang percaya bersukacita dengan orang bersukacita dan menangis dengan orang-orang yang menangis bukan berarti kita dapat memilih salah satu. Tetapi yang benar adalah harus selalu siap bersukacita, tapi juga menangis secara tepat dan benar. Kemudian dapat juga diartikan di kala keadaan sulit dan derita tidak harus kehilangan sukacita, dan dikala keadaan bersukacita karena beroleh kemudahan dan keberuntungan tidak menjadi kehilangan rasa simpati dan kepedulian kepada mereka yang diterpa keadaan sulit dan derita. Dan hal yang tak boleh dan sangat mengganggu adalah berpura-pura. Sebab itu pedulilah dengan tulus serta bersukacitalah secara tulus pula. (MT)
Minggu 27 September 2020


[Pesan Mingguan 2020 Selengkapnya]

[Pesan Mingguan 2019]