Home

PESAN MINGGU INI

CAMPUR TANGAN ALLAH

Kisah Para Rasul 26:31-32 “Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara. Kata Agripa kepada Festus: “Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar.”

Rasul Paulus menggunakan haknya untuk naik banding kepada kaisar adalah bagian dari kerinduannya untuk memberitakan Injil ke Roma. Dalam hal ini rasul Paulus bukan saja ingin menggapai kerinduannya, melainkan telah mendapat peneguhan dari Tuhan. Dalam Kisah Rasul 23:11, rasul Paulus mengalami suatu pengalaman spiritual yang sangat meneguhkan kerinduannya pergi ke Roma untuk bersaksi. Saat dia resah dan gelisah atas ancaman para pemuka agama Yahudi satu-satunya yang dapat dia lakukan adalah berdoa dan berserah diri kepada Tuhan. Dia sudah siap mati bagi Kristus demi Injil. Sebagai orang Yahudi Paulus sudah pasrah. Menurutnya Yerusalem adalah tempat yang tepat baginya martir bagi Kristus seperti yang disaksikannya sendiri terjadi kepada Stefanus. Kerinduannya memberitakan Injil ke Roma seperti hanyalah suatu kerinduan yang tak akan terwujud. Pada saat Paulus kehilangan harapan, Tuhan Yesus menampakan diri kepada-nya. Tuhan Yesus menguatkannya agar tetap pada kerinduannya untuk memberitakan Injil ke Roma. Pada saat yang sama sesungguhnya dia tidak melihat adanya kemungkinan sampai ke Roma untuk memberitakan Injil. Mungkin saja Paulus sempat berpendapat bahwa kematiannya demi Injil akan menjadi berita yang menjadikan Injil terus berkembang di Roma. Hal itu sangat mungkin karena dia sendiri mengetahui bahwa sejak Stefanus martir saat memberitakan Injil. Justru Injil semakin tersebar luas. Tetapi kehadiran Yesus menguatkannya diterima sebagai pengutusan Yesus agar dia tetap pada kerinduannya untuk memberitakan Injil ke Roma. Saat dia divonis bersalah dan kemungkinan besar akan dihukum mati demi Injil dia pun minta naik banding kepada Kaisar. Dan permohonannya pun dikabulkan. Dengan demikian kesempatan untuk memberitakan Injil ke Roma terbuka lagi.

Dalam pemeriksaan berikutnya, Agripa menyimpulkan bahwa Paulus tidak perlu dihukum karena tidak terbukti bersalah. Proses pengadilan telah terlalui dan Paulus harus menghadapi pengadilan bandingnya ke Roma. Dalam hal ini sangat jelas karya Tuhan melalui peristiwa yang menimpa rasul Paulus. Bila rasul Paulus menulis suratnya kepada jemaat Roma yang tertulis dalam Roma 8:28 adalah suatu pernyataan bahwa semua hal buruk yang menerpa dirinya adalah peristiwa yang diijinkan untuk mendatangkan kebaikan. Ketidakadilan yang menerpa dirinya justu cara yang diijinkan Allah memuluskan perjalanannya untuk memberitakan Injil ke Roma. (MT)
Minggu 02 Agustus 2020


[Pesan Mingguan 2020 Selengkapnya]

[Pesan Mingguan 2019]