Home

PESAN MINGGU INI

PENUH DENGAN ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 2:4 “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

Setelah murid-murid Yesus menunggu di sebuah ruang atas rumah selama 10 hari maka Tuhan Yesus pun menggenapi janji-Nya. Para murid penuh dengan Roh Kudus. Jadi jelas bahwa orang percaya dipenuhi Roh Kudus adalah bagian penting rencana Allah untuk orang percaya. Pada saat dipenuhi Roh Kudus para murid Yesus atau para rasul berkata-kata dalam bahasa lain seperti yang diberikan roh itu kepada mereka. Berkata-kata dalam bahasa lain dapat diartikan berbicara memakai bahasa yang dia sendiri tidak mengerti tetapi pendengar yang terdiri dari belasan bangsa dan bahasa mengerti semua yang mereka bicarakan. Tetapi dapat juga dipahami bahwa para rasul itu berbahasa roh atau berglosalia. Peristiwa ini adalah pernyataan Roh Kudus melalui para rasul yang sedang dipenuhi Roh Kudus. Pertanyaannya baru timbul “Apakah orang yang dipenuhi Roh Kudus itu harus berbahasa roh atau berbahasa lidah?” Tentu akan muncul jawaban yang beragam. Ada yang mengatakan harus karena berbahasa roh adalah tanda seseorang sudah dipenuhi Roh Kudus. Ada juga yang mengatakan tidak harus karena berbahasa roh hanyalah salah satu tanda dipenuhi Roh Kudus. Dan yang terakhir ada yang mengatakan bahwa bahasa lidah itu hanyalah terjadi pada murid-murid atau rasul yang dipenuhi Roh Kudus pada hari raya Pentakosta di Yerusalem.

Pendapat yang berbeda itu adalah sangat wajar karena teks firman Tuhan itu adalah bebas tafsir. Lagipula bukanlah bahasa rohnya tetapi dipenuhi Roh Kuduslah yang utama dan terpenting. Sampai sekarang bahasa roh atau bahasa lidah adalah pergumulan teologia yang tidak tuntas. Sebab itu berbahasa lidah tak perlu diperdebatkan karena pergumulan teologia yang belum tuntas ini adalah pengalaman spiritual yang bisa dialami, bisa juga tidak dialami orang percaya. Tetapi tentu saja bagi yang mengalami mempunyai sukacita dan nilai indah tersendiri. Perlu juga mereka yang mempunyai pengalaman spiritual berbahasa roh jangan sampai menghakimi yang tidak mengalami, sebagai belum penuh dengan Roh Kudus. Rasul Paulus menyatakan bahwa bahasa Roh adalah salah satu karunia Roh Kudus. Berdasarkan firman Tuhan ini berarti tidak harus semua orang percaya berbahasa roh. Bila semua orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus harus berbahasa roh tentu saja Yesus menjelaskannya saat Dia berbicara tentang pekerjaan Roh Kudus dalam Yohanes 14. Walaupun demikian mengalami berbahasa roh saat berdoa dengan sungguh-sungguh adalah suatu pengalaman spiritual yang sangat indah dan sangat penting. Rugi juga rasanya bila tak mengalaminya sebab itu tetaplah merindukannya. (MT)
Minggu 31 Mei 2020


[Pesan Mingguan 2020 Selengkapnya]

[Pesan Mingguan 2019]