Home

PESAN MINGGU INI

NEW LIFE – NEW HOPE

1 Petrus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar yang telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”

Kematian Yesus adalah fakta. Yesus tidak pura-pura mati, bukan pula mati suri seperti anggapan banyak orang yang menempatkan diri sebagai seteru Yesus Kristus. Padahal bagi seteru Kristus seharusnya kematian Yesus Kristus dapat dijadikan menjadi titik lemah untuk menyimpulkan bahwa Yesus Kristus bukanlah Tuhan. Tetapi nyatanya para seteru Yesus Kristus justru berusaha mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mati. Ada pula kelompok seteru Yesus Kristus yang berusaha memberi keterangan palsu dengan mengatakan Yesus tidak bangkit. Dalam Injil Matius 28:11-15, menjelaskan bahwa Mahkamah Agama menyogok penjaga kuburan yang menyaksikan Yesus bangkit agar menyebarkan berita bohong. Berita bohong itu adalah, mengatakan bahwa mayat Yesus dicuri murid-murid-Nya.

Jadi jelas bahwa bagi seteru Kristus kematian dan kebangkitan Yesus adalah sangat penting untuk menyerang ke Tuhanan Yesus. Hal itu sangat masuk akal. Karena menyangkali salah satu di ntaranya sama saja menyangkali kedua-duanya. Tidak ada kebangkitan tanpa kematian dan tidak ada arti kematian tanpa kebangkitan. Bagi Pengikut Kristus kematian dan kebangkitan Yesus bukan hanya satu kesatuan, bukan pula sangat penting sebagai pembuktian keTuhanan Yesus. Kematian dan kebangkitan Yesus mempunyai makna yang memberi kehidupan dan pengharapan yang baru dan abadi. Kematian Yesus saja sudah mengandung makna yang dalam karena memberi hidup dan pengharapan yang baru bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Rasul Paulus menjelaskannya kepada jemaat Roma (Roma 6:3-14):

  1. Kematian Yesus membawa orang percaya hidup dalam hidup yang baru. Karena kalau kita hidup dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. Hidup yang sama dengan kematian Yesus adalah mati bagi dosa atau kematian terhadap dosa. Yesus mati adalah untuk mengalahkan kematian. Jadi orang percaya yang manunggal dengan kematian Yesus akan bebas dari kuasa dosa untuk hidup dalam hidup yang baru. Hal itu berarti orang percaya bukan lagi hidup untuk dosa karena sudah mati terhadap dosa. Orang percaya diberi kuasa mematikan perbuatan-perbuatan buruk tubuh ini dengan tetap semangat menjalankan hidup yang baru dalam ketaatan kepada Allah.
  2. Kematian Yesus membawa orang percaya hidup dalam pengharapan yang baru. Karena kematian Yesus didasari oleh kasih-Nya untuk menyelamatkan manusia dari kematian sebagai hukum akibat dosa. (MT)

Minggu 05 April 2020


[Pesan Mingguan 2020 Selengkapnya]