Home

PESAN MINGGU INI

PERBEDAAN PENDAPAT

Kisah Para Rasul 15:39-41 “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ”

Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah terjadi dalam suatu persekutuan besar dan juga dalam persekutuan kecil. Bila terjadi perselisihan sebagai dampak dari perbedaan pendapat itu bukanlah pertanda bahwa mereka yang berselisih itu belum dewasa atau kekanak-kanakan. Sikap kepada perbedaan pendapat dan cara menangani perselisihan itulah yang dapat dijadikan menjadi tolak ukur kedewasaan mereka. Dalam Kisah Para Rasul pasal 15 ini ada dua perbedaan pendapat yang berpotensi mendatangkan perselisihan. Suatu perbedaan pendapat dengan dampak berskala besar dan satu lagi dengan dampak berskala kecil. Perbedaan pendapat berskala besar adalah tentang sunat. Berskala besar karena menyangkut keselamatan dan dampaknya kepada semua gereja sepanjang sejarah. Untuk menanganinya maka diadakan sidang gereja pertama di Yerusalem. Hasil sidang itu kemudian mengikat dan ditaati semua gereja karena menetapkan keputusan untuk ditaati. Jadi gereja yang masih tergolong muda telah menunjukkan kedewasaan dan kebijaksanaannya dalam menyelesaikan perselisihan. Perbedaan pendapat menjadi memperkaya dan perselisihan pun berdampak mempersatukan. Perbedaan pendapat dan perselisihan kecil terjadi antara Paulus dan Barnabas. Mereka berbeda pendapat tentang keikutsertaan Yohanes Markus dalam perjalanan penginjilan mereka.

Paulus berpendapat Yohanes Markus tidak perlu ikut karena dianggap kurang setia dalam hal bekerja sama. Sedangkan Barnabas berpendapat bila kepada Yohanes Markus perlu diberikan kesempatan kedua. Karena tak dapat diatasi maka mereka menjadi 2 tim. Paulus dengan Silas sedangkan Barnabas dengan Yohanes Markus. Adakalanya perselisihan timbul di antara orang percaya yang mengasihi Tuhan karena perbedaan pendapat dan perbedaan sikap. Saat perbedaan pendapat tidak memperoleh titik temu boleh juga masing-masing dengan pendapatnya dan tetap membuka hati serta membiarkan Tuhan bekerja sesuai kehendak-Nya dalam diri mereka yang bertikai. Perbedaan pendapat bisa saja berdampak pemisahan tetapi tanpa rasa bermusuhan apalagi kepahitan.

Dalam Kolose 4:10 Rasul Paulus ternyata menyebut dengan jelas bahwa Barnabas dan Markus adalah temannya. Dengan kata lain walaupun sempat berselisih mereka tidak bermusuhan dan tidak ada kepahitan. Hanya buat sementara saja mereka berdiam diri tetapi tetap membuka hati kepada Karya dan kehendak Tuhan. Perbedaan pendapat bila direspon secara benar akan memperkaya hubungan. (MT)
Minggu 12 Juli 2020


[Pesan Mingguan 2020 Selengkapnya]

[Pesan Mingguan 2019]